Menu MPASI untuk Bayi Usia 6 Bulan

June 11, 2019 - Category:

Tidak terasa ya Moms, sekarang Si Kecil telah memasuki usia 6 bulan. Seperti yang kita ketahui bayi yang telah memasuki usia 6 bulan mulai membutuhkan makanan bayi pendamping ASI atau yang biasa dikenal dengan MPASI untuk menambah nutrisinya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa MPASI hanya boleh diperkenalkan bagi si kecil yang telah memasuki usia 6 bulan. Mengapa demikian?

Di usia 6 bulan, bayi normal umumnya sudah punya kemampuan koordinasi gerak mata dan tangan yang cukup matang. Selain itu, bayi di usia 6  bulan umumnya juga sudah mampu menegakkan kepala dan leher untuk mengonsumsi makanan.

Waktu pengenalan MPASI merupakan hal yang penting karena dapat memengaruhi kesehatan bayi di masa akan datang. Pemberian MPASI 6 bulan dapat dikatakan berhasil jika telah memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, hal tersebut ditandai dengan bayi yang mulai bisa menelan dengan baik (tidak tersedak), dan tidak melebihi kapasitas sistem pencernaan dan ginjal untuk mencerna makanan.

Lalu, bagaimana cara membuat MPASI pertama untuk Si Kecil? Yuk kita simak menu MPASI 6 bulan pertama untuk Si Kecil, seperti yang telah kami siapkan berikut ini.

 

1. Puree Brokoli, Kentang, dan Kaldu Ikan

 

 

Brokoli yang kaya akan nutrisi nabati dipercaya memiliki zat antikanker dan mencegah dari stroke. Brokoli memiliki kalori yang sangat rendah, namun sangat kaya mineral, vitamin, serat dan antioksidan.

Kandungan potasium pada kentang sendiri berfungsi untuk menjaga tekanan darah tetap stabil sehingga mampu menjaga metabolisme tubuh si kecil dengan baik.

Selain sebagai perasa, kaldu mengandung beragam nutrisi, seperti mineral, dan vitamin yang umumnya tidak ditemukan pada makanan bayi lain, terutama kandungan kolagen dan gelatin.

Bahan:

  • 1/2 potong kentang
  • 3 potong kuntum brokoli
  • 3 sdm kaldu ikan

Cara membuat:

  1. Cuci bersih kentang dan brokoli.
  2. Potong kentang menjadi beberapa bagian.
  3. Kukus brokoli bersama kentang yang sudah dipotong-potong selama kurang lebih 10 menit.
  4. Angkat kentang dan brokoli kukus, lalu tambahkan kaldu ikan.
  5. Blender semua bahan hingga halus. Pindahkan ke mangkuk.
  6. Tambahkan lagi 1 sendok makan kaldu agar tidak terlalu kental.
  7. Siap disajikan.

 

2. Puree Pisang dan Alpukat

 

Pisang merupakan salah satu buah yang memiliki tekstur yang lembut dan mudah dilumat oleh bayi. Selain itu, kandungan nutrisi di dalam buah pisang juga kaya akan serat. Tak hanya sehat, rasa pisang yang manis biasanya digemari oleh bayi lho Moms.

Jika bayi Moms mengalami sembelit, maka tak ada salahnya membuatkan puree pisang untuk si kecil. Kandungan seratnya yang mampu memperlancar pencernaan, bisa membantu konstipasi bayi dengan mendorong kotoran menjadi lebih mudah keluar, sedangkan kandungan lemak tak jenuh dari Alpukat dapat mengoptimalkan fungsi otak si kecil di masa pertumbuhannya.

Bahan:

  • Satu buah pisang
  • Setengah buah alpukat
  • ASI atau susu formula secukupnya

Cara membuat:

  1. Cuci bersih pisang dan alpukat.
  2. Kupas pisang dan alpukat.
  3. Keruk bagian dalam alpukat, pastikan yang diambil hanya daging buahnya saja.
  4. Blender masing-masing buah dan tambahkan susu formula hingga tercampur rata.
  5. Sajikan

 

3. Puree Jagung Manis dan Bayam

 

s

Jagung terkenal dengan kandungan vitamin A-nya yang tinggi. Karenanya memberikan MPASI berupa jagung sangat diperlukan bagi perkembangan kesehatan mata si kecil. Sedangkan bayam sendiri akan sangat bermanfaat dalam membantu pertumbuhan tulang, menjaga sistem saraf, dan menjaga fungsi sel serta DNA tubuh.

Bahan:

  • Satu buah jagung manis berukuran sedang
  • 15 lembar daun bayam
  • 5 sdm air matang

Cara membuat:

  1. Cuci bersih jagung manis dan bayam.
  2. Rebus jagus manis sampai empuk dan mengeluarkan aroma, kemudian serut.
  3. Masukan bayam ke dalam air mendidih, masak dengan api kecil kira-kira selama 10 menit.
  4. Campur bayam dengan jagung, dan masukan 5 sdm air matang.
  5. Blender sampai halus.
  6. Saring sampai tidak ada serat-serat kasar yang tersisa.
  7. Sajikan.

4. Puree Kentang, Daging, Wortel, dan Tomat

 

 

Kentang mengandung vitamin dan mineral yang tinggi lho, Moms. Termasuk pada kulitnya. Maka dari itu, sebaiknya Moms tidak mengupas kulit kentang ketika merebus agar vitamin dan mineral di dalamnya tetap terjaga.

Kentang kaya akan vitamin C,vitamin B6, Kalium, Mangan, Magnesium, Fosfor, Niasin, dan Folat. Di samping itu, pada sebutir kentang ukuran sedang sekitar 173 gram juga mengandung lemak (0,2 gram), protein (4,3 gram), karbohidrat (36,6 gram) dan serat (3,8 gram).

Selain berguna untuk gula darah, pati pada kentang juga kaya serat yang bisa melancarkan pencernaan si kecil, Moms.

Selain itu, pati juga mampu memperkuat pertahanan usus besar hingga mengurangi risiko terjadinya kanker kolorektal yang tumbuh di usus besar.

Sedangkan daging merah mengandung banyak sekali zat gizi seperti protein, lemak, energi, vitamin D, vitamin B kompleks, serta zat besi.

Wortel sendiri dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh si kecil, meningkatkan penglihatan, melindungi organ penting, serta dapat mencerahkan kulit.

Lalu, bagaimana dengan tomat? Tomat ternyata memiliki sumber vitamin A dan antioksidan yang sangat baik bagi tubuh.  Selain itu, kandungan vitamin C yang tinggi dalam tomat, dapat mengurangi toksisitas timbal pada anak-anak.

Bahan:

  • 1 buah kentang berukuran sedang
  • 25 gram daging sapi cincang
  • 1 buah wortel berukuran sedang
  • 1 buah tomat berukuran besar
  • Bawang putih, bawang bombay, dan daun bawang secukupnya

Cara membuat:

  1. Rebus bawang putih, bawang bombai, dan daun bawang yang sudah digeprek.
  2. Kukus daging sapi cincang selama 30 menit bersama rebusan sebelumnya.
  3. Parut kentang dan wortel, kemudian kukus.
  4. Potong tomat dan kukus selama kurang lebih 20 menit.
  5. Blender daging sapi dan tomat hingga halus. Saring sampai terpisah puree dan airnya.
  6. Campur hingga menyatu dan hidangkan.

 

5. Puree Salmon dan Oat

 

 

Salmon terkenal dengan kandungan kalsiumnya yang baik, selain itu, salmon juga mengandung lebih dari setengah kandungan vitamin B12, niacin, dan selenium yang diperlukan, serta merupakan sumber B6 dan magnesium yang sangat baik.

Ketika bayi beralih dari ASI ke makanan padat di usia 6 bulan ke atas, si kecil tentu perlu nutrisi tambahan. Bayi membutuhkan asam lemak omega-3 yang banyak ditemukan pada ikan untuk memaksimalkan perkembangan otak, saraf dan mata mereka.

Para ahli dari American Heart Association dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk memberikan porsi menu ikan dua kali seminggu pada anak-anak.

Menurut Peter Bechtel dari Agricultural Research Service Alaska, pada salmon yang berenang ke hulu untuk bertelur, dagingnya disebut sangat lembut dan cocok untuk makanan bayi.

Ikan salmon memang kaya dengan segudang manfaat. Konsumsi salmon bahkan bisa memberi manfaat untuk mengoptimalkan perkembangan otak bayi jika dikonsumsi sejak hamil.

Sementara itu serat dalam oatmeal membantu sistem pencernaan bekerja dengan lebih mudah.

Oatmeal mengandung banyak protein dan bahan sehat lainnya yang akan meningkatkan sistem imun Si Kecil.

Kandungan itu juga akan memperbaiki kondisi dan penampakan rambut dan kulit.

Bahan:

  • 2 sdm oat
  • 2 potong daging ikan salmon
  • 100 ml air matang
  • 1 siung bawang putih, geprek
  • Perasan air jeruk nipis
  • Seledri secukupnya

Cara membuat:

  1. Parut daging ikan salmon.
  2. Rendam parutan salmon dengan perasan air jeruk nipis selama 10 menit.
  3. Kukus salmon yang telah direndam dengan air jeruk nipis bersama bawang putih geprek dan seledri selama 30 menit.
  4. Selagi menunggu salmon siap, masak oat hingga matang.
  5. Campur salmon dan oat dalam satu wadah.
  6. Blender salmon dan oat hingga lunak, kemudian saring.
  7. Siap disajikan.

 

6. Puree Beras Merah, Ayam, Tahu, dan Buncis

 

 

Beras merah terkenal dengan kandungan serat yang jauh lebih tinggi dibandingkan beras putih, beras merah juga memiliki kandungan vitamin yang lebih banyak dan kaya mineral, serta dapat menjaga kesehatan tulang. Karena itulah mengapa beras merah sangat baik untuk dijadikan salah satu menu pendamping ASI.

Selain itu, kandungan nutrisi pada ayam, dapat membantu pertumbuhan otot yang sehat. Kalsium yang terkandung di dalam tahu dapat membantu memperkuat kepadatan tulang si kecil, sedangkan nutrisi yang terkandung di dalam buncis akan membantu meningkatkan perkembangan otak, serta memperlancar saluran pencernaan si kecil.

Bahan:

  • 2 genggam beras merah
  • 25 gram ayam cincang
  • 1 bungkus tahu sutra
  • 5 buah buncis
  • Bawang putih, geprek

Cara membuat:

  1. Rendam beras merah selama setengah hari.
  2. Masak beras hingga menjadi bubur.
  3. Kukus ayam selama 30 menit dengan rebusan kaldu bawang putih.
  4. Kukus buncis dan tahu sutra selama 20 menit.
  5. Tekan-tekan tahu di atas saringan hingga lumat.
  6. Blender buncis dan ayam. Setelah halus, saring.
  7. Bubur siap disajikan.

 

7. Potato Cream Soup

 

 

Kentang memiliki manfaat yang baik dalam pemenuhan gizi si kecil, tidak hanya kaya akan vitamin C, vitamin B6, dan Kalium, kentang juga mengandung beberapa senyawa berantioksidan tinggi. Di antaranya terdapat flavonoid, karotenoid dan asam fenolik. Senyawa tersebut berguna untuk menetralkan molekul berbahaya akibat radiasi bebas. Bahkan risiko menderita penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, hingga kanker juga bisa dihindari dengan mengonsumsi kentang.

Bagi Moms yang ingin memenuhi gizi Si Kecil dengan kandungan ragam vitamin dan kalium yang terdapat di dalam kentang, menu Potato Cream Soup bisa menjadi salah satu pilihan yang patut Moms coba sebagai makanan pendamping ASI.

Bahan:

  • 5 buah kentang rendang, haluskan
  • 1 bonggol kecil jagung manis, haluskan
  • 1/2 buah labu siam kecil, haluskan
  • 50 gr daging ayam beku, haluskan
  • kembang kol secukupnya, cincang halus
  • daun bayam secukupnya, cincang halus
  • seledri, cincang halus
  • 1/2 buah bawang bombay ukuran kecil, cincang halus
  • 1 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 sdm tepung terigu
  • 150 ml susu UHT plain
  • 100 ml kaldu
  • 1 sdm keju parut

Cara membuat:

  1. Tumis bawang bombay dan bawang putih dengan unsalted butter hingga wangi.
  2. Masukan daging ayam parut, aduk sampai daging ayam berubah warna.
  3. Tambahkan tepung terigu, aduk cepat lalu masukan susu UHT, aduk terus agar tepung terigu bergerindil.
  4. Tambahkan kaldu, masukan kentang dan labu siam, aduk aduk sampai susu dan kaldu menyusut.
  5. Masukan jagung manis, daun bayam dan seledri, masak hingga semua bahan matang.
  6. Apabila bahan belum matang dan cairan sudah menyusut dapat ditambah air sampai kekentalan yang diinginkan.
  7. Masukan keju sesaat sebelum diangkat. Saring bila diperlukan.
  8. Sajikan pada Si Kecil.

 

Nah, itu dia Moms 7 varian menu untuk 6 bulan pertama si kecil yang dapat membantu tumbuh kembangnya. Selain memberikan MPASI yang kaya akan nutrisi, Moms juga bisa menambahkan Immune Booster  dari Bonnels untuk menjaga kekebalan tubuh si kecil agar tidak gampang sakit.

 

Silahkan dicoba ya!

 

 

Bagikan Artikel