Cara yang Efektif untuk Menjaga Kesehatan Organ Pencernaan

December 21, 2018 - Category: Bonnels Parenting Tips

Organ pencernaan adalah salah satu organ yang terpenting di dalam organ manusia. Karena setiap hari makanan dan minuman diolah pada organ pencernaan, lalu disalurkan ke seluruh tubuh.

Pasti Anda ingin pencernaan anda baik – baik saja, dengan pencernaan baik maka dapat terhindar dari perut kembung, mulas dan juga sakit kepala.

Hal lainnya yang ditimbulkan (secara psikologi) akibat pencernaan yang buruk adalah kualitas memori dan daya ingat menjadi menurun. Selain itu membuat suasana hati dan konsentrasi menjadi buruk. Untuk itu, perlu untuk mengetahui cara merawat kesehatan organ pencernaan. Apalagi jika gangguan pencernaan sangat parah, dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.

1. Makan secara teratur
Makan secara teratur sangat penting untuk menjaga fungsi organ pencernaan agar tetap baik dan sehat. Saat pencernaan dibiarkan kosong terlalu lama menyebabkan terjadinya gangguan pada pencernaan. Sehingga jangan menunda-nunda makan ketika perut sudah dalam keadaan lapar
Perut yang kosong juga menimbulkan nyeri dan kembung. Termasuk kategori makan tidak teratur adalah tidak makan atau terlambat makan pada waktu makan utama yaitu pagi, siang dan malam (3 kali dalam sehari), makan dengan seadanya saja (tanpa memperhatikan gizi), serta makan di luar jam makan utama (seperti ngemil berlebihan, makan di malam hari saat akan tidur.

Penyebab yang memicu pola makan tidak teratur adalah gaya hidup yang berubah- ubah, kondisi lingkungan yang kurang baik, hingga masalah stres dan depresi yang dialami. Pola makan yang buruk mngakibatkan asupan zat gizi untuk tubuh berkurang (karena telat bahkan tidak makan), ataupun tidak seimbang karena berlebihan dalam makan.

Asupan yang seimbang harus mengandung zat gizi karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ketika seseorang yang rajin menkonsumsi sayur dan buah-buahan yang mencukupi bagi tubuh, demikian juga asupan karbohidrat dan protein mencukupi bagi tubuh.

2. Konsumsi serat yang cukup
Para ahli kesehatan sangat merekomendasikan agar tubuh dapat mengkonsumsi serat yang cukup, yaitu sekitar 25 gram serat pada setiap harinya. Manfaat dari mengkonsumsi serat untuk membantu kerja usus besar menjadi baik dan teratur, sehingga dengan begitu pola BAB juga akan teratur.

Mengkonsumsi makan yang berserat tinggi menjadi cara alami menyehatkan sistem pencernaan, berbagai macam buah dan sayur umumnya punya kandungan serat tinggi. Makanan kaya serat tinggi brkhasiat untuk melancarkan saluran pencernaan, sehingga prose buang air menjadi lancar dan mencegah terjadinya sembelit. Makanan berserat juga dapat mencegah penyakit seperti diabetes, penyakit jantung koroner, wasir, kanker usus besar, menurunkan kadar gula darah dan kadar kolesterol di dalam saluran pembuluh darah.

Ada dua jenis serat makanan, yaitu serat larut dan tak larut. Serat jenis larut bersifat tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga membantu mengumpulkan semua kotoran. Serat larut bermanfaat untuk mencegah kotoran yang terlalu encer. Adapun. secara umum pada kedua jenis serat, baik larut maupun tak larut sama pentingnya dalam membantu melancarkan pencernaan dan pembuangan sisa makanan dari dalam tubuh.

3. Hindari terlalu banyak minum air saat makan.
Ini yang cukup perlu untuk Anda perhatikan saat makan, banyak orang ketika sedang makan lalu meminum terlalu banyak air. Hal tersebut sangat tidak baik karena dapat menyebabkan perut menjadi kembung yang sangat berbahaya untuk pencernaaan.

Konsultan Microbiotik, Shonali Sabherwal memperingatkan bahwa minum saat makan menghambat kekuatan pencernaan perut, dan menyebabkan kandungan insulin mengalami fluktuasi. Shonali Sabherwal menjelaskan tentang mengapa tidak boleh minum air selama makan, seperti yang dikutip dari TimesofIndia. Bahwa jika seseorang mulai minum pada saat makan juga, maka berakibat melemahkan enzim yang dilepaskan untuk mencerna makanan, yang menyulitkan tubuh dalam menghancurkan makanan. Penelitian menunjukkan, minum sedikit air saat makan tidak menjadi persoalan, akan tetapi minum segelas atau dua gelas beresiko tinggi mengganggu kinerja pencernaan.

4.Olahraga teratur
Rajin berolahraga menjadi aktivitas sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan pencernaan, karena berolahraga rutin setiap hari, dapat membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar dan mencegah sembelit.

Dengannya membantu agar makanan lebih mudah bergerak melalui sistem pencernaan, sehingga mencegah sembelit. Olahraga teratur juga membantu Anda menjaga berat badan yang ideal. Yang berat badan ideal berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan.

Untuk itu, rajinlah (rutin) melakukan olahraga, Anda bisa melakukan hal ringan seperti jongging, jalan santai, bersepeda dan semacamnya. Untuk waktunya, sekitar 15-30 pada setiap harinya, atau minimal 5 kali dalam seminggu.

5. Batasi mengkonsumsi makanan berlemak.
Pada saat Anda makan daging, utamakan memilih potongan yang tipis tanpa lemak, atau juga daging unggas (batasi konsumsi kulit unggas). Karena makanan banyak kandungan berlemak beresiko mengganggu proses pencernaan makanan di dalam perut. Sehingga, ketika  Mengkonsumsi makanan berlemak, maka imbangi dengan buah-buahan yang kaya akan kandungan vitamin dan serat alami.

Walaupun tubuh memerlukan lemak dalam jumlah tertentu. Tetapi kandungan makanan berlemak tinggi memberikan efek buruk bagi proses pencernaan, yang dapat meningkatkan resiko konstipasi (sembelit).

6. Hilangkan kebiasaan hidup tidak sehat.
Gaya hidup yang tidak sehat juga sangat berakibat buruk bagi sistem organ pencernaan.Gaya hidup tidak sehat, yaitu seperti jajan sembarangan, mengkonsumsi makanan secara berlebihan,menkonsumsi junk food, sering mengkonsumsi makanan pedas, merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan juga pola makan yang tidak teratur, dan beberapa lainnya.

Disarankan makan secara perlahan, sehingga membuat proses menguyah makanan menjadi lebih maksimal. Akibat dari makanan yang tidak dikunyah tidak baik menyebabkan bahaya bagi lambung dan organ pencernaan yang akan beekerja terlalu keras dalam mencerna makanan. Mengunyah yang lama yaitu hingga makanan lembut, yang baik untuk pencernaan. Mengunyah hanya perlu 10-12 kali saja agar makanan tidak membebani kerja usus.

7. Makan sarapan pagi
Disaat memulai aktifitas dipagi hari sangat disarankan untuk memakan sarapan terlebih dahulu karna tubuh membutuhkan banyak energi ketika beraktifitas. Hindari kebiasaan tidak sarapan, lalu hindari makan di waktu tengah malam. Dikarenakan saat malam hari tubuh akan lambat untuk memproses makanan, sehingga akan menimbulkan asam lambung yang berlebihan. Makan di waktu yang terlalu malam tidak baik karena tubuh akan dibawa untuk beristirahat.

Salah satu makanan yang bisa dikonsumsi seperti jeruk yang kaya akan vitamin C. Lalu buah seperti stroberi, yang kaya serat dan kaya antioksida yang baik untuk jantung dan pencernaan. Jika Anda bosan dimakan segar, anda bisa mencampurkan dengan yogurt atau sereal. Cara lainnya dengan membuat jus (tanpa tambahan gula). Beberapa manfaat dari kandungan – kandungan untuk membantu kerja sistem pencernaan, proses BAB menjadi lancar, kelancaran pergerakan usus besar dan meredakan sembelit.

8. Hindari kebiasaan begadang
Seseorang yang sering melakukan bergadang maka akan kekurangan waktu tidur, kalaupun nantinya tidur pada pagi harinya tidak lah baik karna saat pagi hari sangat baik untuk beraktifitas. Sehingga, kebiasaan begadang membuat imun dan metabolisme tubuh menjadi terganggu, yang akhirnya tubuh akan rentan terkena penyakit termasuk gangguan pencernaan.

Hasil penelitian para dokter di University of Newcastle, menemukan bahwa kerja malam, begadang atau berpergian jarak jauh membuat tubuh lelah karena kurang tidur, yang berisiko tinggi pada penyakit tukak pencernaan. Dari penjelasan dokter, tukak pencernaan adalah jenis penyakit akibat luka terbuka pada dinding lambung atau usus dua belas jari. Tukak ini dapat timbul akibat faktor luar dan dalam.

9. Menambah probiotik dalam menu konsumsi
Probiotik merupakan bakteri sehat alami yang hidup didalam saluran pencernaan, untuk membantu dalam menjaga daya tahan tubuh tetap sehat, meningkat penyerapan nutrisi, membantu memecah laktosa, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta mengobati sindrom iritasi usus besar.

Sumber yang kaya akan probiotik, yang sangat baik dikonsumsi yaitu yoghurt rendah lemak.  robiotik menjadi bakteri menguntungkan organ pencernaan yang secara alamiah.

10. Membatasi konsumsi makanan dan minuman yang dingin 
JIka terlalu sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang sangat dingin, hal ini menyebabkan resiko kontraksi pilorus katup yang memisahkan lambung dengan doudenum, akibatnya memperlambat pergerakan makanan yang dicerna.

Lalu lambung akan bekerja sangat keras untuk menghangatkan makanan (yang dingin), hal ini menyebabkan makanan lebih lama tinggal di dalam lambung. Gangguan lambung seringkali disebabkan oleh makanan dan minuman yang di konsumsi sehari – hari, ciri utama terjadinya gangguan lambung adalah perut kembung, lalu sering mengalami sendawa, dan muncul rasa yang justru tidak nyaman usai makan.

Pengolahan makanan yang tidak memicu terjadinya ganguan pencernaan. Memasak makanan dengan suhu yang tinggi, berakibat buruk karna menghancurkan enzim alami yang ada didalam makanan mentah.

11. Jagalah kebersihan
Menjaga kebersihan bukan hanya dari makanan saja, tetapi juga dari kebersihan tangan. Tangan adalah salah satu anggota tubuh yang paling sering bersentuhan dengan lingkungan. Contoh hal yang dilakukan menggunakan tangan seperti membuka pintu, saat mengendari mobil atau motor, lalu saat berjabat tangan, dan banyak lagi. Banyak hal yang menyebabkan kuman atau bakteri bisa berpindah ke tangan, lalu saat Anda makan dan tidak mencuci tangan maka bakteri / kuman akan berpindah ke dalam pencernaan Anda, dan akan menyebabkan gangguan pencernaan.

Gangguan pencernaan yang sering terjadi seperti diare, penyakit diare sering terjadi karena  kurangnya kebersihan makanan dan minuman konsumsi, dan juga karna ketidakbersihan dari makanan dan tangan.

12. Cegah diri dari rasa stres
Stress yang berkepanjangan berakibat buruk pada organ pencernaan, stress dapat memicu produksi asam lambung yang berlebihan. Penting untuk mengelola rasa stress yang muncul dengan benar, jangan sampai terjatuh pada stress berlebihan dan depresi. Jaga diri, agar tidak terlalu terbebani banyak pikiran yang berat, serta hindari juga kecemaasaan yang berlebihan. Karena akan berdampak buruk seperti menybabkan gangguan pada selera makan atau secara umum menggangu pola makan yang sehat.

Organ pencernaan dikendalikan oleh sistem saraf enterik, suatu sistem yang terdiri dari ratusan juta saraf yang saling terhubung pada sistem saraf pusat. Ketika stress di dalam sistem saraf pusat, pencernaan dapat tertutup karena sistem saraf pusat yang menutup aliran darah,  mempengaruhi kontraksi otot pencernaan, sekaligus mengurangi sekresi yang diperlukan untuk proses pencernaan.

Pada tingkat yang terburuk, stress dapat menyebabkan peradangan pada sistem pencernaan, serta membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Stress juga menyebabkan kerongkongan mengalami kejang, lalu organ penggiling makanan di dalam perut menjadi tertutup sehingga menyebabkan mual-mual, resiko lainnya adalah diare dan sembelit. Walaupun stress tidak menyebabkan penyakit seperti radang perut / radang usus, akan tetapi saat tingkat parah dapat memicu resiko tinggi penyakit – penyakit lainnya.

[smartslider3 slider=2]