5 Kalimat Ini Dijamin Ampuh Meredakan Amarah Si Kecil

April 8, 2019 - Category: Bonnels Parenting Tips

Moms, Si Kecil adalah anugerah yang diberikan kepada kita untuk dididik dengan benar. Namun, dalam mendidik Si Kecil, terdapat berbagai macam polah tingkah laku yang terkadang dapat membuat orang lain atau teman-temannya merasa kurang senang. Salah satunya adalah sifat pemarah.

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab Si Kecil marah, misalnya karena beberapa hal yang tidak disukainya. Cara Si Kecil dalam mengekspresikan amarahnya pun berbeda-beda, ada yang berteriak-teriak di lokasi atau hanya diam lalu kemudian menangis. Kita, sebagai orang tua tentu terkadang bingung dengan apa yang seharusnya dilakukan, malah terkadang malah ikut memarahi Si Kecil. Daripada ikut marah-marah dan berakhir sama-sama meledak, tapi tahukah Moms bahwa ada beberapa kalimat ajaib yang dapat menenangkan Si Kecil.

Apa sajakah itu? Yuk simak, Moms!

 

 1. Saat Si Kecil Memukul

 

 

Saat Si Kecil marah, dia kerap memukul temannya untuk melakukan pertahanan atau memang sedang meluapkan emosinya. Moms harus bisa meredakan amarahnya dengan tidak megatakan “Jangan pukul dia!” karena akan menyebabkan Si Kecil meledak-ledak atau bahkan menangis. Moms lebih baik mengatakan “Mama tau Kaka sedang kesal, tetapi Mama tidak pernah mengajarkan Kakak untuk memukul teman Kakak. Menyakiti mereka itu salah, Kak.” Itu adalah pesan tegas untuk menunjukkan bahwa tidak salah untuk marah, tetapi tetap menjaga tindakan.

 

2. Saat Si Kecil Susah Diberitahu

 

 

Si Kecil kerap bandel saat Moms menganjurkan hal A, tetapi hal yang dia lakukan adalah hal B. Dengan adanya perbedaan seperti itu, Moms kadang terpancing emosinya yang kemudian berbicara dengan nada tinggi. Padahal, terdapat kalimat ajaib yang bisa digunakan untuk meredakan amarahnya¸ Moms. Kalimat tersebut adalah “Kakak sedang adalah masalah? Yuk dicari solusinya bareng-bareng.” Dengan begitu, Si Kecil akan mendengarkan solusi untuk mengikuti hal A yang sudah Moms anjurkan.

Baca juga: 5 Fakta dan Mitos dalam Mengasuh Si Kecil

 

3. Saat Si Kecil Lelah

 

 

Saat Si Kecil lelah bermain, emosinya akan mudah naik lalu marah-marah. Padahal, yang Moms tahu bahwa Si Kecil sedang kelelahan dan butuh istirahat. Namun, saat Si Kecil sedang lelah dan marah, Moms bisa ikutan marah-marah juga seperti mengatakan “Ayo kita pulang saja!” sambil menarik Si Kecil. Tentu itu tidak bisa efektif dan hanya membuat Si Kecil malah menangis kencang, Moms bisa menggunakan “Kakak sudah lelah, mari kita istirahat di rumah.” sambil menuntunnya. Dengan kalimat itu, Si Kecil mungkin menangis, tetapi dia bisa lebih mengerti kalau sebenarnya dia sedang lelah dan butuh istirahat.

 

4. Saat Si Kecil Melakukan Kesalahan

 

 

Saat Si Kecil melakukan kesalahan kepada temannya di depan Moms. Moms jangan menghukumnya dengan menyuruhnya masuk ke kamar, apalagi dengan nada tinggi atau bahkan teriak seperti “Masuk kamar sekarang!” Moms bisa menggantinya dengan “Kakak sedang ada masalah apa? Mama tunggu sampai Kakak tenang ya abis itu cerita.” Berikan ruang sampai Si Kecil siap untuk menceritakan masalahnya dan pastikan Moms memberikan solusi yang tepat.

 

5. Saat Si Kecil Banyak Mengeluh

 

 

Seringkali Si Kecil mengeluh karena permasalahan di sekolah dengan temannya. Di saat seperti ini, Moms harus bisa mengembangkan sifat solutif padanya. Bukan dengan kalimat “Berhenti mengeluh!” yang membuatnya diam, tetapi menjadikan itu sebagai dendam.  Moms bisa menggantinya dengan “Iya, Mamah dengar. Jadi Kakak maunya gimana? Mama bantu solusinya yuk.”

Nah, jadi di atas merupakan kalimat-kalimat ajaib yang Moms bisa gunakan dalam meredakan amarah Si Kecil. Moms juga bisa menggunakan Essential Oil dari Bonnels. Essential Oil yang terbuat dari bahan-bahan alami tidak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh tapi juga mampu mengurangi kecemasan serta mengatur mood Si Kecil loh, Moms!

 

Semoga membantu!

 

 

 

Bagikan Artikel

Gratis Ebook
Masukan Email Anda untuk mendapat " 101 Manfaat Essentia Oil dan Kegunaannya " yang dibutuhkan di setiap rumah.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )