TUMBUH KEMBANG ANAK MEMPENGARUHI PERANAN IMUN

August 28, 2018 - Category: Bonnels Parenting Fact

Jika anak sering jatuh sakit maka proses tumbuh kembang anak akan terganggu. Oleh sebab itu penting untuk memperhatikan imunitas anak yang dapat membantu menjaga kondisi kesehatannya.

Kekebalan tubuh atau sistem imunitas, merupakan pertahanan tubuh dalam menghadapi organisme dan kuman- kuman berbahaya. Sistem imunitas merupakan hasil kerjasama dari rangkaian sel, jaringan, protein dan organ tubuh.

Gangguan fungsi pada sistem imunitas dapat menyebabkan empat kondisi khusus yang menggangu kesehatan anak yaitu

  • Reaksi alergi adalah reaksi yang berlebihan dari sistem imunitas terhadap faktor/senyawa yang dianggap asing dan berbahaya. Diakibatkan gangguan sistem imunitas bisa memicu terjadinya asma, eksim, dan alergi terhadap berbagai macam alergan seperti obat, lingkungan dan makanan.
  • Gangguan autoimun dimana sistem imunitas menyerang organ dan jaringan tubuh yang sehat karena dianggap asing dan berbahaya. Kondisi ini terjadi karna penyakit lupus, sclerodrema, serta radang sendi pada anak.
  • Gangguan imunodefisiensi, dimana kondisi sebagian dari sistem imunitas menghilang atau tidak berfungsi, atau kekurangan kekebalan tubuh. Contoh akibat kekurangan Imunoglobulin A yang merupakan zat antibodi pada liur atau cairan tubuh lainnya dan sindrom Chediak-Higiashi yaitu ketidakmampuan sel darah putih melaksanakan tugasnya sebagai pemakan kuman.
  • Kanker sistem imunitas. Dua jenis kanker yang berkaitan dengan sistem imunitas adalah kanker sel darah putih atau leukemia yang sering terjadi pada anak-anak dan limfoma yaitu kanker yang muncul dalam sistem limfatik.

Proses Pembentukan
Sistem imunitas sudah sejak awal kehidupan, yaitu dalam masa kandungan. Sistem imun akan terus berkembang seiring dengan pertambahan usia. Itu sebabnya bayi dan anak- anak tampak lebih rentan terkena infeksi atau sakit, jika dibandingkan remaja atau dewasa. Alasannya, sistem imun pada bayi dan anak masih belajar mengenai dan melindungi tubuh dari kuman yang masuk. Sedangkan pada anak remaja dan orang dewasa sistem imun sudah langsung mengenali jenis kuman dan segera menyerang begitu kuman masuk kedalam tubuh.

Bayi yang baru lahir mendapatkan daya tahan dari ASI (Air Susu Ibu) yang pertama kali keluar atau disebut jaringan pelindung pada usus, hidung dan tenggorokan. Saat menyusu, bayi memperoleh antibodi dan faktor pelindung kuman lain dari tubuh ibunya. Kedua hal inilah yang akan membantu memerangi infeksi dan berbagai penyakit seperti diare, infeeksi teliga, dan pernafasan serta meningitis. Bayi menyesui juga terlindung dari asma, obesitas, alergi diabetes, serta sindrom kematian bayi mendadak.

Perlindungan ASI akan berlanjut bahkan jauh setelah masa menyusui telah selesai. Penelitian menunjukan, bayi yang meperoleh ASI memiliki risiko lebih rendah terhadap kanker karena menurut dugaan, bayi didukung sistem imunitas yang baik. Selain itu, ASI juga dapat menghindari penyakit yang diperoleh pada masa mendatang.

Secara umum, rendahnya sistem imun dapat menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembang anak, yang mungkin disertai dengan penyakit paru- paru. Gangguan fungsi imun juga dapat memicu terjadinya alergi atau sensitivitas terhadap debu, cuaca, makanan, dan obat- obatan.

Pada kasus anak- anak yang terinfeksi HIV, umumnya juga disertai kegagalan tumbuh kembang penderitanya. Adanya tanda kekurangan gizi yang parah, berat tubuhnya tidak naik walaupun asupan masuk, terlambat bicara, atau anak- anak sudah mencapai usia sekolah akan kesulitan konsentrasi dan mengingat. Virus HIV menyerang tidak hanya sistem imun tubuh tapi juga memengaruhi sistem pensyarafan pusat, yaitu otak.

Asupan Nutrisi Pendukung
Sistem imun tergantung pada yang masuk kedalam perut, sehingga, penting untuk menjaga asupan nutrisi yang dianggap penting untuk sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa vitamin seperti vitamin A akan menghindari infeksi dan menjaga jaringan mukos. Selain itu, terdapat bukti dari penelitian terhadap bakteri dan mencengah penurunan respons sistem imun.

Peran vitamin C mampu mendukung nutrisi lain untuk meningkatkan sistem imun. Sementara vitamin D mampu berfungsi sebagai antimikroba pada tuberkolosis.

Mineral juga penting karena adanya sistem imun yaitu Zinc dan selenium. Bahwa mineral berfungsi untuk sistem imun, jika kekurangan mineral dikaitkan dengan risiko kanker kandung kemih, payudara, usus, paru- paru, dan prostat Berikan anak berbagai jenis buah dan sayuran, kacang-kacangan, serta daging tanpa lemak untuk mendukung sistem imunitas. Yoghurt yang banyak mengandung bakteri berguna yang disebut probiotik, juga dapat membantu tubuh melawan penyakit seperti pilek, infeksi telinga, dan radang tenggorokan. Susu sapi juga sangat baik bagi sistem imunitas anak-anak karena tidak hanya mengandung kalsium, tapi juga protein, vitamin A, dan beberapa jenis vitamin B.

Berikan ASI pada awal kehidupan anak demi melindungi buah hati Anda dari kuman dan berbagai infeksi yang menyerang. Jangan lupa untuk memberikan asupan nutrisi seimbang untuk menyempurnakan sistem imunitas anak agar tumbuh kembang optimal dan sistem imun anak akan menjadi semakin kuat.